MENJAGA SIKLUS KESUCIAN MANUSIA
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
.الحمد
الله أكبر (9مرات) لا إله إلا الله والله أكبر ، الله أكبر ولله
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ
وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Jama’ah Id
Rahimakumullah,
Pada kesempatan pagi yang indah ini
marilah kita bersyukur ke hadirat Allah S.WT. Kita masih diberi usia panjang,
sehingga ibadah ramadlan dapat kita selesaikan. Mudah-mudahan Allah
berkenan mengampuni kekurangan dan
kesalahan kita, serta berkenan menerima salat kita, tarawih kita, puasa kita,
zakat kita, dan upaya-upaya kita
mendekat kepadaNya. Amiin.
Jama’ah Id
Rahimakumullah,
Pada kesempatan ini, patut
kiranya kita merenung tentang diri kita. Sebagaimana sering kita dengar bersama
bahwa kita lahir di dunia ini tidak membawa apa-apa. Kita lahir dari rahim
siapapun juga tidak membawa dosa. Pada saat itu, kita suci tanpa dosa dan tanpa
salah sedikitpun.
Setelah kita memasuki usia akil baligh, maka amal perbuatan kita dicatat satu demi satu
oleh Malaikat. Ibarat pembicaan telepon, tak ada satu tindakan dan ucapan pun
yang lepas dari alat perekam. Kelak setelah kita mati, rekaman itu akan diperdengarkan
dan bahkan ditayangkan oleh Allah. Siapa pun tidak akan dapat mengelabuhi atau membantah hasil rekaman-rekaman itu.
Jamaah ied
Rahimakumullah,
Meski ada orang
yang sedang susah lalu mengaggap Allah kejam kepadanya, tetapi susungguhnya Allah
Maha Bijaksana kepada hamba-hambanya. Allah lebih suka hambaNya bahagia dari
pada sengsara, Allah lebih suka hambanya masuk surga dari pada masuk neraka.
Oleh karena itu Allah berfirman;
`tB uä!%y`
ÏpuZ|¡ptø:$$Î/
¼ã&s#sù
çŽô³tã
$ygÏ9$sWøBr&
( `tBur
uä!%y`
Ïpy¥ÍhŠ¡¡9$$Î/
Ÿxsù
#“t“øgä†
žwÎ)
$ygn=÷WÏB
öNèdur
Ÿw
tbqßJn=ôàãƒ
ÇÊÏÉÈ
ö
(Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala)
sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka
dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang
mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
Jama’ah Id
Rahimakumullah,
Kita yang rata-rata sudah
berkeluarga berarti masa kanak-kanak telah berlalu. Masa itu berganti menjadi
milik anak-anak kita atau cucu-cuku kita. Lantas bagaimana kita sekarang? kita terus
melanjutkan perjalanan menyusuri lorong usia yang tidak dapat berhenti
semenitpun. Sebab berhenti berarti mati.
Sepanjang perjalanan usia itu, kita juga terus berbuat sesuatu sesuai
dengan kesibukan kita masing-masing. Pencatatan
amal perbuatan pun tidak mengenal henti meski yang harus dicatat adalah pejabat,
atau orang yang bergelar Profesor , Doktor,
atau jenderal, hartawan, politikus, atau wartawan sekalipun. Proses pencatatan
amal hanya akan berhenti manakala kita telah sungguh-sungguh wafat.
Catatan amal juga tidak melulu pada perbuatan-perbuatan besar, tetapi
termasuk juga perbuatan-perbuatan kecil yang sering dianggap remeh oleh
kebanyakan orang.
Jama’ah Ied
Rahimakumullah,
Dalam hidup ini, kita sering menganggap sepele terhadap kesalahan-kesalahan
kecil. Kesalahan itu bisa langsung kepada Allah, kepada diri sendiri
maupun perbuatan salah kepada orang
lain. Banyak orang mengira bahwa perbuatan-perbuatan
salah itu akan berlalu begitu saja. Namun
sesungguhnya tidak demikian kenyataannnya. Kesalahan-kesalahan manusia yang
kecil-kecil dan dilakukan terus-menerus lambat laun akan menumpuk. Pelakunya bisa jadi tidak merasakan
prosesnya. Ibarat rambut manusia, dari hari ke hari kita tidak pernah merasakan proses panjangnya.
Kita baru sadar kalau rambut kita panjang setelah bercermin atau ketika ada
orang lain menegur atau menertawakannya.
Jama’ah Id
Rahimakumullah,
Kesalahan-kesalahan kita yang terus
menerus dan tidak disadari, lambat laun
menjadi kerak batin dan karat dosa yang sulit dibersihkan. Lantaran kerak-kerak
tersebut, maka bukan hanya kesucian diri yang tercemar, tetapi ketajaman nurani
menjadi semakin tumpul dan pikiran menjadi semakin keruh. Kita menjadi sulit
untuk bergegas menunaikan yang baik dan meninggalkan yang buruk. Kita menjadi
semakin sulit menggunakan pikiran jernih dan nalar. Hidup dikuasai oleh kekuatan-kekuatan
negatif. Jika hal-hal semacam itu tidak disadari dan diubah sejak dini, maka bisa
jadi tahu-tahu kita sudah jatuh di lobang-lobang kenistaan dan kesengsaraan
yang dalam. Na’udzubillah.
Jamaah Ied
Rahimakumullah,
Hati nurani yang
tumpul sering kali menjadikan orang
mudah kalap dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup. Salah dan benar, halal
dan haram menjadi tampak remang-remang atau tidak tampak sama sekali. Perilaku
seperti itu tentu bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi lebih tragis lagi
merusak keluarga, tetangga, masyarakat,
bangsa, dan negara. Tindakan penipuan, pemalsuan, penganiayaan, dan perampasan
adalah contoh-contoh buruk akibat tumpulnya nurani. Begitu pula tindakan
korupsi yang marak di Negara tercinta ini.
Jama’ah Id Rahimakumullah,
Dalam rangka
kesucian diri menuju hidup yang lebih bahagia di dunia dan hidup yang sejati setelah mati, maka Allah S.W.T memberi jalan
lapang untuk kita. Allah memberi syariat, supaya kita salat yang tekun dan
khusu’, zakat yang disiplin, puasa yang rajin, haji yang teliti, jual beli yang hati-hati, dan hutang piutang yang
penuh kejujuran. Syareat-syareat itu hekekatnya juga sebagai sarana untuk membersihkan diri kita dari semua kerak
yang kelak akan menyulitkan diri kita kembali ke haribaan Alah SWT.
Hadirin Jamaah Ied
Rahumakumullah,
Sebagian dari syareat itu telah kita
laksanakan dalam rangkaian bulan
ramadlan ini. Kita berharap dengan penuh
khusnudzan mudah-mudahan Allah berkenan membersihkan batin kita dari
segala kotoran, menyucikan diri kita dari segala dosa, menyelamatkan kita dari
kesusahan, serta kelak berkenan menempatkan kita semua fi jannatin
naim, surga yang penuh kenikmatan.
Amiin.
Jama’ah Id Rahimakumullah,
Kita sadari atau tidak, makin lama diri kita ini termakan
oleh usia. Raga kita menjadi semakin rapuh, ketampanan atau kecantikan menjadi
semakin pudar, kecerdasan semakin menurun. Dan kelak, sukarela atau terpaksa,
kita akan dimasukkan ke liang kubur. Di
sana kita wahidan khaliyan, sendirian
tanpa teman.Ruh kita terus menyusuri waktu-waktu di ‘alam barzah sampai
tiba saaatnya menerima keputusan Allah. Kelak di akherat,
catatan amal perbuatan semasa semasa hidup ini akan dibeberkan apa adanya.
`yJsù
ö@yJ÷ètƒ
tA$s)÷WÏB
>o§‘sŒ
#\ø‹yz
¼çnttƒ
ÇÐÈ
`tBur
ö@yJ÷ètƒ
tA$s)÷WÏB
;o§‘sŒ
#vx©
¼çnttƒ
ÇÑÈ
(Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun,
niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula).
Oleh karena itu, pada akhir khutbah ini kami berseru, agar ketaatan,
kesungguhan, dan kejujuran selama melaksanakan puasa ramadlan di rawat, di uri-uri
dalam kehidupan kita sehari-hari.
Rasulullah sering berdoa; ”ya muqallibal
qulub, tsabbit qulubana ’ala dinika (wahai Dzat yang membolak-balikkan
hati, Mohon Engkau selalu teguhkan hati
kami untuk berpegang pada agama-Mu”. Amin
ya rabbal ‘alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar